Masa Depan Matthijs De Ligt Dilirik FC Barcelona dan Juventus

Masa Depan Matthijs De Ligt Dilirik FC Barcelona dan Juventus

Matthijs De Ligt yang merupakan bek Ajax Amsterdam menjadi sosok andalan baru dalam dunia sepak bola di Benua Biru.

FC Barcelona serta Juventus sebagai dua tim ternama Eropa diisukan berminat mendatangkan Matthijs De Ligt yang kini berusia 19 tahun tersebut, serta berstatus sebagai kapten Ajax Amsterdam.

Juventus hingga kini masih berada di posisi terdepan. Matthijs De Ligt dirumorkan sebagai penerus Giorgio Chiellini yang semakin menua.

Selain itu, Eindhovens Dagblad memberitakan bahwa Matthijs De Ligt selaku pemenang penghargaan talenta muda terbaik di Eropa itu mendatangi kompleks pelatihan I Bianconeri saat timnas Belanda melawan timnas Italia yang berlangsung di Kota Turin pada bulan Juni tahun 2018 lalu.

Matthijs De Ligt sebelumnya berada di Kota Turin | Italia bulan Desember lalu untuk menerima penghargaan bertajuk Golden Boy di Eropa, sedangkan ia juga bertemu dengan Pavel Nedved selaku Direkrut Juventus.

Tak hanya itu, keduanya memiliki ikatan karena masing-masing dekat dengan Mino Raiola sebagai super agen dari Negeri Pisa.

Kemudian, FC Barcelona tengah dihadapi dengan beberapa pemain di lini posisi belakangan saat ini.

Matthijs De Ligt ternyata tidak hanya diminati FC Barcelona dan Juventus, namun juga bebrapa tim besar di Eropa mulai dari Bayern Muenchen, Manchester City serta Paris Saint-Germain.

Tim pembeli akan menentukan nilai transfer. Hal itu dikatakan Guido Albers yang merupakan pengamat olahraga dari Belanda.

“Biaya yang akan dilunasi tim bak AS Roma berbeda dengan Real Madrid. AS Roma bersikeras ingin investasi dengan melepas sang pemain di masa depan, sedangkan Real Madrid merekrutnya untuk klub di kemudian hari,” kata Guido Albers yang dikutip melalui Voetbal International.

Sementara itu, alasan kedua mampu menjadi motivasi bagi I Bianconeri.

Juventus pun mendatangkan Giorgio Chiellini saat masih berstatus sebagai muda ketika sang pemain berusia 21 tahun, serta direkrut dari Livorno serta ia mampu berkembang sebagai salah satu sosok bek terbaik di Eropa.

Tim pembeli bukan hanya berinvestasi melainkan wajib mempertimbangkan berapa besar pengaruh Matthijs De Ligt untuk meningkatkan kualitas tim.

Hal lumrah apabila bursa transfer berkaitan dengan keunggulan pemain itu untuk meningkatkan hasil penjualan merchandise tim.

Kendati demikian, hal itu yang membuat Paris Saint-Germain menebus Neymar dengan biaya fantastis dan saat Real Madrid merekrut beberapa pemain terbaik Eropa seperti David Beckham pada awal tahun 2000-an silam.

“Meski cara Florentino Perez untuk mendatangkan pemain terbaik dunia tidak membawa dampak besar, namun keberadaan mereka mampu mengubah performa tim dari segi finansial,” ucap laporan Deloitte pada bulan Februari tahun 2006.

Sebab, pendapatan El Real meningkat pesat dari angka 105 juta euro pada tahun 2001 menjadi sebesar 211 juta euro pada tahun 2005 silam.

Hal ini membuat Chris Woerts selaku pemilik CWO Consultancy & Marketing sekaligus ahli sports marketing menegaskan bahwa performa Matthijs De Ligt tidak begitu bersinar.

“Ia adalah bek sementara bagi semua pencetak gol dan mengundang imajinasi banyak orang,” tegasnya.

Hal itu juga kebalikan dari Cristiano Ronaldo yang kekuatannya mampu tereksploitasi.

“Cristiano Ronaldo adalah contohnya. Ia sangat terkenal di Brasil lantaran latar belakangnya sebagai Portugis dalam dirinya. Itulah yang membantu penjualan beberapa hak imaji saat ini,” ujarnya.

Databureau SciSports serta Transfermrkt menempatkan nilai transfer bagi sang pemain dengan jumlah sebesar 60 sampai 80 juta euro, sementara angka itu mampu membuatnya bertahan di dalam daftar bek termahal kelas Eropa.

Matthijs De Ligt juga dipercaya akan mengikuti jejak Frenkie De Jong untuk angkat kaki dari Ajax Amsterdam.

“Ajax Amsterdam mengetahui mereka tidak mampu mencegah Frenkie De Jong serta Matthijs De Ligt sampai musim panas nanti,” tutur Freek Jansen, yakni pengamat sepak bola asal Belanda.

“Tim itu telah memasang harga dan saat ini tergantung keputusan Marc Overmars sebagai direktur sepak bola Ajax Amsterdam untuk memperoleh nilai transfer terbaik. Ia mampu melakukan negosiasi dengan hasil efektif,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *